Limbah : Pengertian, Pengelolaan, Karakteristik dan Macam Macam [LENGKAP]

Limbah : Pengertian, Pengelolaan, Karakteristik dan Macam Macam [LENGKAP]

Pengertian Limbah – Setiap sesuatu aktivitas yang dilakukan oleh manusia pasti akan menghasilkan yang namanya limbah. Namun apa sih itu limbah kadang menjadi pertanyaan.

Limbah sendiri adalah buangan atau barang bekas yang dihasilkan dari sebuah proses produksi baik produksi industri ataupun domestic (rumah tangga).

Limbah sendiri lebih dikenal dengan sampah, yang mana sampah sendiri pada suatu kalangan tidak diingikan kehadiranya.

Limbah bila dalam skala kecil tidak akan menjadikan masalah ddikarenakan alam memiliki kemampuan untuk menguraikan komponen-komponen yang ada dalam limbah.

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah

Namun, bila limbah terakumulasi dalam skala  yang besar, maka akan menjadikan permasalahan yang akan menggangu keseimbangan lingkungan hidup.

Bila dilihat secara kimiawi, limbah sendiri terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik.

Dengan kuantitas tertentu, limbah hadir dapat mengakibatkan dampak negatif untuk lingkungan terutama untuk kesehatan manusia, sehingga harus dilakukan penanganan terhadap limbah.

Tingkat bahaya bisa bermacam-macam sesuai dengan karakteriskit limbah itu sendiri.

Karakteristik pada limbah sendiri dipengaruhi pada ukuran partikel (mikro), dimana sifatnya dinamis dan penyebarannya luas dimana berdampak panjang atau lama.

Sedangkan kualitas pada limbah sendiri dipengaruhi oleh volume limbah, kandungan pada bahan pencemar dan frekuensi pembuangan limbah.

Macam Macam Limbah

Limbah Domestik

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah

Permasalahan lingkungan saat ini yang dominan adalah limbah cair yang berasal dari hasil kegiatan rumah tangga maupun kegiatan industri. Limbah cair yang tidak dikelola dapat menimbulkan dampak pada perairan.

Pengelolaan limbah cair dalam proses produksi dimaksudkan untuk meminimalkan limbah yang terjadi, serta untuk menghilangkan dan menurunkan kadar bahan pencemar yang terkandung di dalam perairan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 112 Tahun 2003, air limbah domestik terdiri dari parameter TSS, pH, BOD, minyak dan lemak yang apabila keseluruhan parameter tersebut dibuang langsung ke badan penerima, maka akan mengakibatkan pencemaran air.

Oleh karena itu sebelum limbah tersebut dibuang ke badan penerima air, limbah terlebih dahulu harus diolah sehingga dapat memenuhi standar air yang baik.

Limbah cair baik domestik maupun non domestik mempunyai beberapa karakteristik sesuai dengan sumbernya, karakteristik limbah cair dapat digolongkan pada karakteristik kimia, biologi, dan fisik sebagai berikut (Metcalf and Eddy, 2003)

Karakteristik Fisika

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah

Karakteristik fisika ini terdiri dari beberapa parameter, diantaranya:

1. Total Solid (TS)

Padatan terdiri dari bahan padat organik maupun anorganik yang dapat mengendap, tersuspensi atau larut. Bahan ini pada akhirnya akan mengendap di dasar air sehingga menyebabkan pendangkalan pada dasar badan air penerima

2. Total Suspended Solid (TSS)

Merupakan jumlah berat dalam mg/l kering lumpur yang ada didalam air limbah setelah mengalami penyaringan dengan membran berukuran 0,45 mikron.

3. Kekeruhan

Kekeruhan disebabkan oleh zat padat tersuspensi, baik yang bersifat organik maupun anorganik, serta menunjukkan sifat optis air yang akan membatasi pencahayaan kedalam air.

4. Temperatur

Merupakan parameter yang sangat penting dikarenakan efeknya terhadap reaksi kimia, laju reaksi, kehidupan organisme air dan penggunaan air untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

5. Bau

Disebabkan oleh udara yang dihasilkan pada proses penambahan dekomposisi atau penambahan substansi pada limbah tersebut.

Karateristik Kimia

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah
1. Biological Oxygen Demand (BOD)

Biological oxygen demand atau kebutuhan oksigen biologis yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikro organisme di dalam air lingkungan untuk mendegradasi atau mengoksidasi atau mencegah limbah organik yang terdapat didalam air.

2. Chemical Oxygen Demand (COD)

Chemical Oxygen Demand Merupakan jumlah kebutuhan oksigen dalam air untuk proses reaksi secara kimia berguna untuk menguraikan unsur pencemar yang ada. COD dinyatakan dalam ppm (part per milion). (Metcalf and Eddy, 2003)

3. Protein

Protein merupakan bagian yang sangat penting bagi makhluk hidup, termasuk di dalamnya terdapat tanaman, dan hewan bersel satu. Di dalam limbah cair, protein merupakan unsur penyebab bau, karena adanya proses pembusukan dan peruraian oleh bakteri. (Metcalf and Eddy, 2003)

4. Karbohidrat

Karbohidrat terdiri dari : pati, sellulosa,gula, dan benang-benang kayu terdiri dari unsur O, H, dan C. Gula dalam limbah cair cenderung terdekomposisi oleh enzim dari bakteri-bakteri tertentu dan ragi yang menghasilkan alkohol dan gas CO2 melalui proses fermentasi.

5. Minyak dan Lemak

Minyak dan lemak merupakan bahan pencemar yang banyak ditemukan di berbagai perairan, salah satu sumber pencemarnya adalah dari agroindustri.

6. Detergen

Deterjen termasuk bahan organik yang sangat banyak penggunaannya terutama untuk keperluan rumah tangga, hotel, dan rumah sakit. Fungsi utama deterjen adalah sebagai pembersih dalam pencucian, sehingga lemak, tanah, dan lainnya dapat dipisahkan.

7. Derajat keasaman (pH)

Air normal yang dapat memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH sekitar 6,5 – 7,5. Air akan bersifat basa atau asam tergantung besar kecilnya pH. Bila pH di atas pH normal, maka air tersebut bersifat basa, sedangkan air yang mempunyai pH di bawah pH normal bersifat asam.

Karakteristik Biologi

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah

Karakteristik biologi biasanya digunakan untuk mengukur kualitas air terutama air yang dikonsumsi sebagai air minum dan air bersih. Parameter yang biasa digunakan merupakan banyaknya mikroorganisme yang terkandung dalam air limbah tersebut.

Pengolahan air limbah secara biologis dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang hanya melibatkan kegiatan mikroorganisme dalam air untuk melakukan transformasi senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam air menjadi bentuk atau senyawa lain.

Mikroorganisme mengkonsumsi bahan-bahan organik membuat biomassa sel baru serta zat-zat organik dan memanfaatkan energi yang telah dihasilkan dari reaksi oksidasi untuk metabolismenya. (Metcalf and Eddy, 2003)

1. Biofilter

Proses pengolahan air limbah dengan proses biofilter dapat dilakukan dengan cara mengalirkan air limbah ke dalam reaktor biologis yang telah diisi dengan media penyangga untuk pengembangbiakkan mikroorganisme dengan atau tanpa aerasi.

Untuk proses anaerobik dilakukan tanpa pemeberian oksigen atau udara. Biofiler yang baik adalah menggunakan prinsip biofiltrasi yang memiliki struktur menyerupai saringan dan tersusun dari tumpukan media penyangga yang disusun baik secara teratur maupun acak di dalam suatu biofilter.

Adapun fungsi dari media penyangga yaitu sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya bakteri yang akan melapisi permukaan media membentuk lapisan massa yang tipis (biofilm) (Herlambang dan Marsidi, 2003).

2. Bioball

Media bio-ball mempunyai beberapa keunggulan antara lain mempunyai luas spesifik yang cukup besar, pemasangannya mudah (random), sehingga untuk paket instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kecil sangat sesuai.

Keunggulan dari media bioball adalah mudah dicuci ulang, ringan, dan memiliki luas permukaan spesifik yang paling besar di bandingkan dengan jenis media biofilter lainnya, yaitu sebesar 200 – 240 m2/m3.

Sedangkan jenis bioball yang dipilih adalah yang berbentuk bola dengan diameter 3 cm karena bioball jenis ini yang memiliki diameter paling kecil dan dengan bentuknya yang seperti bola (random packing) dapat meminimalkan terjadinya Biofilm clogging (tersumbat).

Bioball ini berfungsi sebagai tempat hidup bakteri – bakteri yang diperlukan untuk menjaga kualitas air dari air tersebut. (Said, 2005)

3. Biofilm

Biofilm merupakan kumpulan dari sel mikroorganisme, khususnya bakteri yang terdapat disuatu permukaan dan diselimuti oleh pelekat karbohidrat yang dikeluarkan oleh bakteri. Biofilm yang terbentuk dari mikroorganisme yang cenderung menciptakan lingkungan mikro dan relung mereka sendiri.

Biofilm merangkap nutrisi untuk pertumbuhan dari populasi mikroorganisme dan membantu mencegah lepasnya sel-sel dari permukaan pada sistem yang mengalir.

Apabila pada media biofilm terbentuk lapisan lendir yang berwarna hitam kecoklatan-coklatan serta tidak mudah terlepas dari media, maka dapat dipastikan bahwa telah tumbuh mikroorganisme pada media.

Dan mikroorganisme tumbuh diperlukan waktu selama 2 minggu. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan hasil sampai terjadi steady state pada kondisi air limbah. (Herlambang, 2002)

3. Kiambang

Kiambang (Salvinia Molesta) adalah sejenis tumbuhan air yang mudah dikenali dan sering ditemui. Habitatnya hampir sama dengan teratai, hidup segar di kawasan berair seperti kolam, danau dan paya-paya air tawar.

Agak berbeda dengan teratai, kiambang sejenis tumbuhan merayap atau mengapung di atas permukaan air dan cepat berkembang biak. Kiambang bisa memiliki potensi untuk menjernihkan air limbah rumah tangga secara alami, tetapi air tersebut masih belum aman di konsumsi.

Selain itu, dapat mengurangi polusi air sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk dan bakteri penular penyakit.

Limbah Industri

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah

Berdasarkan karakteristiknya, limbah industry dapat digolongkan menjadi 4 yaitu limbah cair, limbah padat, limbah gas dan partikel serta limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Untuk mengatasi limbah diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada umumnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi: pengolahan menurut tingkatan perlakuan pengolahan menurut karakteristik limbah.

Macam-macam Limbah Industri

Limbah adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah proses, terlebih di dalam urusan perindustrian. Proses industri akan begitu banyak sekali menghasilkan limbah sebagai suatu kenangan dari keberhasilannya dalam menciptakan sesuatu.

Adapun limbah hasil industri ini ada beberapa macamnya. Berdasarkan pada karakteristiknya, limbah industri ini dibagi menjadi empat macam, diantaranya adalah:

1. Limbah Cair

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah

Jenis limbah yang pertama adalah limbah cair. Dimana limbah cair ini juga dikenal sebagai entitas pencemar air. Sesuai dengan namanya, yang disebut sebagai limbah cair adalah limbah yang mempuyai bentuk cair. Biasanya limbah industri cair ini  dibuang langsung ke saluran air seperti selokan, sungai bahkan lautan.

Indikasi Pencemaran Air

Indikasi pencemaran air bisa kita ketahui baik secara visual maupun pengujian. Indikasi pencemaran air yang bisa kita diamati maupun diuji meliputi:

a. Perubahan pH (tingkat keasaman / konsentrasi ion hidrogen) air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan memiliki pH netral dengan kisaran nilai 6.5 – 7.5.

Air limbah laboratorium yang belum terolah dan memiliki pH diluar nilai pH netral, akan mengubah pH air sungai dan dapat mengganggu kehidupan organisme didalamnya.

Hal ini akan bisa semakin parah jika daya dukung lingkungan rendah serta langsung meresap ke dalam air tanah. Limbah dengan pH rendah / asam bersifat korosif terhadap logam.

b. Perubahan rasa, bau, dan warna air normal dan air bersih tidak akan berwarna, sehingga tampak bening / jernih. Apabila kondisi air warnanya berubah maka hal tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa air sudah

Timbulnya aruma bau pada air lingkungan merupakan indikasi kuat bahwa air sudah tercemar. Air yang bau dapat berasal dari limbag atau dari hasil degradasi oleh mikroba.

Mikroba yang biasa hidup dalam air akan mengubah organik menjadi bahan yang mudah menguap dan berbau sehingga mengubah dapat rasa.

c. Timbulnya beberapa endapan, koloid dan bahan terlarut oleh Endapan, koloid dan bahan terlarut berasal dari adanya limbah yang berbentuk padat. Limbah yang berbentuk padat, bila tidak larut sempurna akan mengendap didasar sungai.

Dan yang larut sebagian akan menjadi koloid dan akan menghalangi bahan-bahan organik yang sulit diukur melalui uji BOD (Biochemical Oxygen Demand) karena sulit didegradasi melalui reaksi biokimia, namun dapat diukur menjadi uji COD (Chemical Oxygen Demand).

2. Limbah Padat

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah

Selain limbah cair, jenis limbah industri  yang lain adalah limbah padat. Limbah padat merupakan limbah buangan dari hasil- hasil industri yang tidak terpakai lagi yang berbentuk padatan, lumpur maupun bubur yang berasal dari suatu proses pengolahan, ataupun sampah yang dihasilkan pada kegiatan- kegiatan industri, serta pada tempat- tempat umum.

Limbah padat seperti ini jika dibuang di dalam air  pastinya akan mencemari air tersebut dan dapat menyebabkan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya akan mati.Sementara apabila dibuang di wilayah daratan tanpa adanya proses pengolahan yang baik dan benar, maka akan mencemari tanah di wilayah tersebut.

Berikut beberapa contoh dari limbah industri padat antara lain adalah plastik, kantong, sisa pakaian, sampah kertas, kabel, listrik, bubur- bubur sisa semen, lumpur- lumpur sisa industri, dan lain sebagainya.

3. Limbah Gas

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah

Selain limbah cair dan limbah padat, ada pula jenis limbah industri lainnya yaitu limbah gas. Limbah gas adalah limbah yang disebabkan oleh sumber alami maupun sebagai hasil aktivitas manusia yang berbentuk molekul- molekul gas dan pada umumnya memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di Bumi.

Limbah gas ini tentu saja berbentuk gas. Oleh karena bentuknya gas, maka limbah pabrik gas ini kebanyakan mencemari udara. Beberapa contoh limbah gas ini antara lain adalah kebocoran gas, pembakaran  pabrik, asap pabrik sisa produksi dan lain sebagainya.

4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah

Selain limbah padat, cair maupun gas, dan ada satu lagi jenis limbah yang dikategorikan sebagai limbah B3, yakni limbah bahan berbahaya dan beracun. Yang dimaksud dengan limbah B3 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan- bahan berbahaya dan juga beracun yang  sifatnya, konsentrasinya.

Walaupun jumlahnya  secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan, merusak, dan dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan juga makhluk hidup lainnya.

Khusus untuk limbah B3 ini dilakukan upaya- upaya pengelaolaan secara khusus, mengingat jenis limbah ini merupakan limbah yang berbahaya yang dapat merugikan berbagai macam pihak.

Walaupun pengelolaan limbah B3 ini meliputi rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan limbah B3 tersebut.

Pengolahan limbah B3 ini tentu saja mempunyai tujuan untuk mencegah, menanggulanagi pencemaran dan juga kerusakan lingkungan, memulihkan kualitas lingkungan yang telah tercemar, serta meningkatkan kemampuan dan juga fungsi dan kualitas lingkungan.

Itulah beberapa macam limbah industri yang dihasilkan dari proses- proses industri itu sendiri. dari setiap macam limbah tersebut tentu saja mempunyai pengolahan yang berbeda- beda, mengingat karakteristik yang dimiliki setiap jenis limbah juga berbeda- beda, agar sesuai dengan peruntukannya masing- masing.

Adapun untuk pengelolaan jenis limbah yang dapat dilakukan akan dijelaskan di bawah ini.

Pengolahan Limbah Industri

 

Mempunyai suatu rencana pengolahan limbah, merupakan suatu syarat yang harus dipunyai oleh setiap pelaku industri. Setiap keuntungan yang didapatkan dari proses industri haruslah dibarengi dengan pengolahan limbah supaya tidak merugikan bagi lingkungan maupun bagi makhluk hidup yang lainnya.

Adapun pengolahan limbah ini  banyak sekali macamnya sesuai dengan masing- masing jenis limbah. Agar lebih jelas dan faham, kita akan membahasnya sebagai berikut mengenai pengolahan limbah industri :

Pengolahan Limbah

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah

Limbah Cair

Bukan hanya limbah padat, tapi industri juga akan menghasilkan limbah cair. Limbah cair penanganannya sangat berbeda dengan limbah padat, tentu saja hal ini karena bentuknya yang berbeda. Untuk limbah cair, pengolahan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Pengolahan primerdengan proses penyaringan, pengolahan awal, pengendapan dan pengapungan. Pengolahan ini sangat efektif untuk polutan lemak maupun minyak.
  • Pengolahan sekunder, menggunakan mikroorganisme untuk menguraikan bahan.
  • Pengolahan tersier yang bersifat khusus
  • Desinfeksi
  • Slude treatment atau pengolahan lumpur.

Limbah Padat

Proses industrialisasi memang banyak sekali menimbulkan limbah. salah satu jenis limbah yang dapat dihasilakn dari proses industri adalah limbah yang berbentuk padat. Untuk mengatasi limbah padat  adalah sebagai berikut sebagai berikut:

1. Penimbunan terbuka

Solusi atau pengolahan pertama yang bisa dilakukan pada limbah padat adalah penimbunan terbuka. Limbah padat dibagi menjadi dua yaitu, organik dan juga nonorganik. Limbah padat organik akan lebih baik ditimbun, karena akan diuraikan oleh organisme- organisme pengurai sehingga akan membuat tanah menjadi lebih subur.

2. Sanitary landfill

Sanitary landfill ini menggunakan lubang yang sudah dilapisi tanah liat dan juga plastik untuk mencegah pembesaran di tanah dan gas metana yang terbentuk dan bisa  digunakan untuk menghasilkan listrik.

3. Insenerasi

Hasil panas digunakan untuk listrik atau pemanas ruangan.

4. Membuat kompos padat

Seperti halnya penimbunan, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwasannya limbah padat yang bersifat organik akan lebih bermanfaat apabila dibuat menjadi kompos. Kompos ini dapat dijadikan sebagai usaha masyarakat yang  bermanfaat bagi banyak orang.

5. Daur ulang

Limbah padat yang bersifat non organik bisa dipilah- pilah kembali. Limbah padat yang masih bisa diproses kembali bisa di daur ulang menjadi barang yang baru atau dibuat barang lain yang bermanfaat atau bernilai jual tinggi. sebagai contoh adalah kerajinan dari barang- barang bekas.

Itulah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi keberadaan limbah industri yang berbentuk padat.

Limbah Gas

Pengertian Limbah
Pengertian Limbah

Pengolahan limbah gas pada bidang industri bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Mengontrol emisi gas buang
  • Menghilangkan materi partikulat dari udara pembuangan
  • Pengolahan limbah B3

Limbah B3 bisa sangat berbahaya apabila dibiarkan saja tentu akan menimbulkan dampak yang buruk. Oleh karena itu kita harus dapat mengolahnya supaya tidak berbahaya.

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

  • Metode pengolahan secara fisika, kima dan biologi
  • Metode pembuangan limbah B3, yang terdiri atas sumur dalam/ sumur injeksi, kolam penyimpanan, dan landfill.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengolah limbah industri. Cara- cara tersebut sangatlah efektif untuk mengurangi polutan yang berasal dari limbah sisa industri  agar lingkungan tetap lestari

Lah itu tadi beberapa ulasan tentang pengertin limbah, macam-macam dan bagaimana cara untuk mendaur ulang limbah limbah yang ada di sekitar kita.

Semoga bermanfaat sahabat eimic. – Pengertian Limbah

 

Pengertian Limbah

Leave a Comment